Rabu, 04 April 2012

Uji Astigmatisme


Astigmatisme berasal dari bahasa Yunani "A" yang berarti tidak dan "Stigmat" yang berarti titik. Astigmatisme merupakan kondisi di mana sinar-sinar sejajar yang masuk ke bolamata, oleh media refrakta dibiaskan tidak sama pada setiap meridian sehingga terjadi lebih dari satu titik fokus (banyak titik).

Gejala Astigmatisme
> semakin tinggi astigmatisme, penglihatan semakin tidak jelas.
> jika melihat objek maka akan terlihat ganda.
> kepalanya sering merasa pusing.
> menyipitkan mata seperti pada myopia, hal ini dilakukan untuk  mendapatkan efek pinhole. 
> sering memiringkan kepala saat melihat

Metode Pemeriksaan Subjektif Astigmatisme
Ada 3 (tiga) macam pemeriksaan subjektif astigmatisme yaitu :  
1. Trial and Error 
    Metode ini sudah jarang dipraktikan karena kurang efisien.
2. Cross Cylinder Technique
    Metode ini dengan menggunakan alat yang disebut cross cylinder.
3. Fogging Technique
    Merupakan metode pengaburan dengan cara menambahkan lensa convex dengan kekuatan antara   0.25   s/d 3.00 D

Terapi Astigmatisme
Dengan menggunakan lensa cylinder dengan kacamata. Lensa koreksi untuk astigmatisme ini secara umum bentuknya hampir sama dengan lensa untuk koreksi myopia maupun hypermetropia. Akan tetapi, bila dicermati lensa yang mempunyai ukuran cylinder akan mempunyai kelengkungan yang berbeda di dua meridian yang saling tegak lurus. Otomatis kekuatan daya bias di kedua meridian tersebut juga berbeda. Perbedaan antara kedua kekuatan daya bias itulah ukuran dioptri cylindrisnya. Pemasangan lensa yang mempunyai ukuran cylindrisnya harus memperhatikan axis cylindrisnya. Jika pemasangannya tidak benar, lensa koreksi tersebut akan menimbulkan ketidaknyamanan yang kadang-kadang oleh pemakainya direspon dengan keluhan pusing.
Adapun terapi astigmatisme lainnya dapat dengan menggunakan lensa kontak keras/ RGP, lensa kontak toriq dan lensa kontak lunak spheris.

Sumber : dari berbagai sumber.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar